Dan aku pun belajar.. lagi..
Sunday, July 24, 2005
Dan angin akhir juli pada agustus mulai menusuk saat saya berada dibelakang punggung seorang teman untuk menuju surga sementara kami di angkringan samping stasiun Tugu Yogyakarta pada 01.00 kemarin. Tibalah kami di tujuan dengan mendapatkan kursi yang kami biasa tempati seakan membuka tangan lebarnya dan tersenyum hangat sambut satng tuan datang. Pagi itu kami hanya berdua.. dua laki-laki yang bercanda dengan hidup pada saat itu. Seorang katolik taat dan muslim bgitulah yang masing-masing mencari persamaan didalamnya, bukan perbedaan. Yaa.. donny.. dan saya...Obrolan seputaran musik, film, bahkan agama saling bersautan sambil kadang diselingi helaan nafas asap rokok putih dan sruput kopi joss. Pukul 3 pagi. Kami sampai pada suatu titik dimana kita berbicara tentang suatu hal yang membuat kami sedikit mengorek sisi hati sebelah kiri untuk membahasnya. Hidup. Yaaa... hidup. Batang demi batang rokok telah luruh lebur tercampur di patu-paru busuk dalam bentuk asap. Semakin dalam obrolan sehingga aku terlalu sering menunduk menahan isak. Kau tak tahu don.. yaa.. aku belajar. Belajar dari sisi keras kepala seorang teman yang ajarkan tentang hidup. Itu adalah pilihan.. yaa.. menjadi keras kepala adalah sebuah pilihan. Yaa.. dibalik itu semua aku belajar. Aku merasa kita sama-sama memangkul beban berton-ton di bawah selangkangan yang dimana kita coba ubah dan rasakan beban itu menjadi sebuah nyanyian nina bobo untuk tidurkan ledak emosi akan sebuah tuntutan. Yaaa.. aku mencoba menikmatinya.. dan aku senang karenanya.. entah kamu..
Don, aku jatuh cinta dan seperti anak kecil ya?
Iya.... 05.00 pagi, mari kita pulang don.. dan entah kapan kita lanjutkan pembelajaran untukku tentang aturan berbelok dan melakukan manuver pada jalan di depanku. Yaa.. untuk berhasil butuh nyali yang besar.. dan jangan malu dikatakan bodoh dan idiot.. bahkan gay sekalipun.. whuahahahahaha..
*to be continued... then..*

